Ditengah telaga sarangan terdapat daratan kecil yang ditumbuhi pepohonan rimbun. Konon disitu ada penunggunya. Sehingga pengunjung enggan untuk memijakkan kakinya ke daratan ditengah telaga sarangan tersebut. pengunjung hanya bisa menyaksikan daratan kecil ditengah telaga sarangan sebagai saksi bisu telaga sarangan tersebut dari bibir telaga.
Suasana khas pegunungan yang dingin sangat terasa di wisata sarangan. Jadi alangkah baiknya mempersiapkan jaket yang tebal, kalau perlu rangakap 5 ya. Hahaha (lebay banget ya 😝).
Bercanda sobat. Tapi benar sekali sobat disana sangat dingin, bawalah jaket, pelindung kepala (sekalian yang bisa untuk menutup telinga ya), sarung tangan, kaos kaki+sepatu, untuk menjaga kondisi badan agar tetap stabil dan fit sepulang dari wisata sarangan.
Satu hal lagi yang diminati oleh pengunjung adalah peringatan Larung Tumpeng yaitu acara tahunan yang dilaksanakan pada bulan suro. Biasanya pengunjung berjubel memenuhi tempat wisata telaga sarangan. Mereka biasanya ingin secara langsung bagaimana prosesi pelaksanaan Larung Tumpeng.
Satu hal lagi yang diminati oleh pengunjung adalah peringatan Larung Tumpeng yaitu acara tahunan yang dilaksanakan pada bulan suro. Biasanya pengunjung berjubel memenuhi tempat wisata telaga sarangan. Mereka biasanya ingin secara langsung bagaimana prosesi pelaksanaan Larung Tumpeng.
Oh iya sobat,.. Sekedar untuk referensi, jalan menuju wisata sarangan sangat berliku-liku dan penuh dengan tanjakan. Jadi yang belum pernah berwisata kesarangan janganlah mencoba berangkat sore hari. Karena kabut putih dan angin yang kencang sering menyelimuti tempat wisata.
Sekian dulu referensi tempat wisata sarangan dari saya semoga bermanfaat sobat..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar